PROGRAM PENGEMBANGAN KEKHUSUSNYA (PROGSUS TUNARUNGU)

Slb Am | 22.16.00 | 0 komentar


Buku program  pengembangan komunikasi persepsi bunyi dan irama  untuk peserta didik tunarungu merupakan pedoman bagi guru dalam melaksanakan tugasnya. Oleh karena itu diharapkan guru:

1.     Memahami pedoman yang berkaitan dengan pelaksanaan program  pengembangan komunikasi persepsi bunyi dan irama.
2.      Memperoleh gambaran bagaimana pelaksanaan program pengembangan komunikasi persepsi bunyi dan irama.
3. Menyadari bahwa pembinaan program pengembangan komunikasi persepsi bunyi dan irama sangat penting artinya dalam mengembangkan kemampuan dengar peserta didik, sehingga dapat berkomunikasi dengan masyarakat di sekitarnya.
4.   Program  pengembangan komunikasi persepsi bunyi dan irama memiliki nilai  tersendiri bagi peserta didik, karena dapat membantu memiliki kepribadian dan percaya diri.

Mudah-mudahan buku ini  dapat menjadi acuan untuk mencapai sasaran yang diharapkan, dan merupakan bagian dari usaha dalam meningkatkan mutu pendidikan luar biasa, khususnya peserta didik tunarungu.



DAFTAR ISI

Kata Pengantar
...........................

Daftar Isi
...........................

BAB I
PENDAHULUAN



A. Latar Belakang
...........................


B. Landasan
...........................


C. Tujuan
...........................


D. Ruang Lingkup
...........................

BAB II
PROGRAM PENGEMBANGAN KOMUNIKASI PERSEPSI BUNYI DAN IRAMA



A. Pengembangan       Kemampuan Komunikasi
...........................


B. Pengembangan Persepsi Bunyi dan Irama
...........................


C. Kompetensi dan Indikator
...........................


D. Sarana dan Prasarana
...........................

BAB III
PELAKSANAAN PENGEMBANGAN KOMUNIKASI PERSEPSI BUNYI DAN IRAMA



A. Prinsip Pelaksanaan
...........................


B. Rambu-rambu Pelaksanaan
...........................


C. Prosedur Pelaksanaan
...........................


D. Program Pelaksanaan PKPBI
...........................

BAB IV
Penilaian dan Tindak Lanjut
...........................

BAB V
Penutup
...........................

Glosarium
...........................

Daftar Pustaka
...........................

Lampiran-Lampiran
...........................




Silahkan Download Bukunya Di Link     PROGSUS TADIK ANAK TUNARUNGU














 

Download Buku Kurtilas Kelas 8 Tunarungu

Slb Am | 03.52.00 | 0 komentar






Download Buku Kurtilas Kelas 8 Tunarungu

Kurikulum pendidikan khusus disusun dan dilaksanakan dengan mengakomodasi hambatan peserta didik, mulai dari kompetensi inti, kompetensi dasar dan silabusnya. Untuk jenjang pendidikan dasar, pada tahun anggaran 2014, telah disusun dan dicetak buku siswa, buku guru, dan panduan pelaksanaan kurikulum bagi peserta didik tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dan autis kelas 2, 5, dan 8. Buku yang ada di tangan pembaca sekalian saat ini adalah merupakan buku kurikulum pendidikan khusus yang diperuntukkan bagi peserta didik berkebutuhan khusus yang belajar di sekolah luar biasa atau di sekolah reguler pada kelas khusus. 

Sementara itu, bagi peserta didik berkebutuhan khusus yang mengikuti pembelajaran di sekolah reguler dengan model kelas inklusif, maka mereka belajar dengan mengikuti kurikulum reguler.

Di bawaini Kami sajikan Buku SMPLB Tunarungu Kelas 8, untk Siswa dan Guru ( Buku siwa dan Buku Guru ). Silahkan temen-temen Unduh Gratis dengan cara KLIK link di bawah ini.







Buku SISWA SMPLB Tunarungu Kelas 8 Tema 1 - 5
234 MB 



 Buku SISWA SMPLB Tunarungu Kelas 8 Tema 6 - 10 
                    206 MB




 Buku GURU SMPLB Tunarungu Kelas 8 Tema 1 - 10
                    13 MB 

















Download Buku Kurtilas Kelas 5 SDLB Tunarungu

Slb Am | 03.47.00 | 0 komentar





Download Buku Kurtilas Kelas 5 SDLB Tunarungu

Kurikulum pendidikan khusus disusun dan dilaksanakan dengan mengakomodasi hambatan peserta didik, mulai dari kompetensi inti, kompetensi dasar dan silabusnya. Untuk jenjang pendidikan dasar, pada tahun anggaran 2014, telah disusun dan dicetak buku siswa, buku guru, dan panduan pelaksanaan kurikulum bagi peserta didik tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dan autis kelas 2, 5, dan 8. Buku yang ada di tangan pembaca sekalian saat ini adalah merupakan buku kurikulum pendidikan khusus yang diperuntukkan bagi peserta didik berkebutuhan khusus yang belajar di sekolah luar biasa atau di sekolah reguler pada kelas khusus. 

Sementara itu, bagi peserta didik berkebutuhan khusus yang mengikuti pembelajaran di sekolah reguler dengan model kelas inklusif, maka mereka belajar dengan mengikuti kurikulum reguler.

Di bawaini Kami sajikan Buku SDLB Tunarungu Kelas 5, untk Siswa dan Guru ( Buku siwa dan Buku Guru ). Silahkan temen-temen Unduh Gratis dengan cara KLIK link di bawah ini.

Download Buku Kurtilas Kelas 2 SDLB Tunarungu

Slb Am | 03.41.00 | 0 komentar




Download Buku Kurtilas Kelas 2 SDLB Tunarungu

Kurikulum pendidikan khusus disusun dan dilaksanakan dengan mengakomodasi hambatan peserta didik, mulai dari kompetensi inti, kompetensi dasar dan silabusnya. Untuk jenjang pendidikan dasar, pada tahun anggaran 2014, telah disusun dan dicetak buku siswa, buku guru, dan panduan pelaksanaan kurikulum bagi peserta didik tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dan autis kelas 2, 5, dan 8. Buku yang ada di tangan pembaca sekalian saat ini adalah merupakan buku kurikulum pendidikan khusus yang diperuntukkan bagi peserta didik berkebutuhan khusus yang belajar di sekolah luar biasa atau di sekolah reguler pada kelas khusus. 

Sementara itu, bagi peserta didik berkebutuhan khusus yang mengikuti pembelajaran di sekolah reguler dengan model kelas inklusif, maka mereka belajar dengan mengikuti kurikulum reguler.

Di bawaini Kami sajikan Buku SDLB Tunarungu Kelas 2, untk Siswa dan Guru ( Buku siwa dan Buku Guru ). Silahkan temen-temen Unduh Gratis dengan cara KLIK link di bawah ini.



     Buku Siswa SDLB Tunarungu Tema 1 - 8


     Buku Guru SDLB Tunarungu Tema 1 -8

Temani Adik Bobo Dong!

Slb Am | 14.35.00 | 0 komentar


Temani Adik Bobo Dong!



Belajar tidak berada di dekat orangtua juga menjadi latihan bagi anak, selain kemandirian, saat si kecil menempati kamarnya sendiri.Pelajaran ini memang lebih kepada ikatan emosional daripada fisik.

Tidak ada batasan usia yang pasti bagi anak untuk mulai pisah kamar dengan orangtua. Melainkan, lebih dilihat kepada kesiapan anak itu sendiri. Sebab, masing-masing anak punya kesiapan yang berbeda- beda. Kalau misalkan si anak di usia satu tahun sudah bisa melihat dan bisa ditinggal di kamarnya sendiri, itu tidak menjadi masalah. Namun, ada juga anak yang di usia satu tahun sangat tergantung dengan orangtuanya.

Perlunya memisahkan anak dari kamar tidur orangtua,juga dimaksudkan agar anak tidak melihat saat orangtuanya melakukan hubungan intim. Kalau anak sudah mulai mengetahui banyak hal dan dia sudah bisa melihat dengan jelas, ada baiknya dia sudah mulai ”dipisahkan” dengan orangtua. ”Kalau si anak masih tidur bersama orangtua dan ketika orangtua sedang melakukan hubungan intercourse, maka si anak bisa saja melihatnya secara tak sengaja,” kata psikolog anak Woro Kurnianingrum.

Bila anak melihatnya di usia dini, dia bisa menyalahartikan apa yang dilihatnya. ”Ini yang perlu dihindari,” tegasnya. Paling tidak, menurut teori perkembangan, anak sekitar usia satu tahunan sudah dapat melihat dengan jelas. Namun, biasanya orangtua mulai memisahkan anak ketika si anak mulai menginjak bangku sekolah. Proses memisahkan kamar ini perlu dilakukan secara bertahap. Misalkan,pertama-tama si anak diperkenalkan dengan kamar barunya. Selanjutnya, anak diberikan penjelasan bahwa dia nanti akan tidur di kamar barunya itu.

Usahakan kamar tersebut didesain dengan corak warna dan aksesori kesukaan anak. Lalu, secara bertahap orangtua perlu menemani si anak untuk tidur bersama di kamar tersebut terlebih dulu. Bisa saja di hari-hari pertama orangtua menemani anak tidur di kamar tersebut hingga pagi hari. Secara bertahap berkurang, bisa juga hanya sampai si anak tertidur, kemudian orangtua meninggalkan anak tidur sendiri di kamarnya. Nah, ketika anak terbangun, maka orangtua perlu menemani kembali agar si anak merasa nyaman bahwa orangtuanya masih berada di dekatnya.

Namun, lambat laun ini pun perlu dibatasi. Hingga si anak bisa pergi ke kamarnya dan tidur sendiri tanpa perlu ditemani orangtua. Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, kini banyak orangtua yang sudah menggunakan alat sensor suara bernama baby talk, yang diletakkan di kamar si anak dan kamar orangtua. Alat tersebut digunakan sebagai alat komunikasi menghubungkan dua kamar. Jadi, ketika anaknya menangis di tengah malam, orangtuanya dapat langsung mendengarkan dan menenangkan si anak dengan mengatakan ayah-ibunya ada di dekatnya. Secara bertahap proses anak pisah kamar ini dapat dilakukan hingga si anak menginjak bangku sekolah dia sudah terbiasa tidur sendiri di kamar.

Lebih jauh dikatakan Woro, anak tidur terpisah dengan orangtua bukan semata soal kesiapan mental si anak saja, juga berkaitan dengan ketersediaan ruang kamar dalam sebuah rumah. Bagi keluarga yang menempati rumah yang punya banyak kamar,mungkin tidak menjadi masalah. Sebaliknya, bagi keluarga yang rumahnya tergolong kecil dan minim kamar, maka perlu ada penyiasatan dalam mengatur tidur pisah ini. Dia menyarankan,kalau sekiranya dalam rumah tersebut hanya terdiri dari satu kamar, ada baiknya pemisahan dilakukan menggunakan sekat pemisah sederhana.

Tujuannya agar si anak tak melihat orangtua, tapi dia dapat merasakan nyaman masih berada dekat ayah-ibu. Sementara itu, psikolog anak Melly Puspitasari menyarankan, dalam menyiapkan kamar anak, sebaiknya merancang kamarnya seaman dan senyaman mungkin.Artinya,pintu dan jendelanya aman terkunci untuk mencegah maling masuk. Kemudian,hal yang perlu diingat, masa kanak-kanak membutuhkan stimulus untuk menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas. ”Begitu juga dalam merancang desain kamar anak, kita bisa menyiapkan gambar-gambar yang merangsang kreativitas si anak,” sarannya. Bisa saja orangtua menempelkan huruf-huruf/abjad di dinding kamar anak. Ketika berada di kamar anak, si ibu bisa mengajak anak bermain mengenal huruf-huruf.

”Mama tahu lho huruf A.Ayo kita cari mana yang huruf A?” Dengan demikian, kamar anak bisa menjadi mediasi untuk menumbuhkan kreativitas dan sarana belajar bagi anak.Alhasil, si anak merasa nyaman dan berpikir,” Oh ternyata belajar itu menyenangkan”. ”Kita juga bisa menempatkan karpet berbahan karet sandal yang berbentuk huruf-huruf,” kata Melly. Karpet tadi bisa ditempatkan di kamar anak.Karpet tadi aman bagi kesehatan anak karena tidak menyimpan debu sehingga dapat mencegah anakanak alergi debu.Sebaiknya dihindari menempatkan karpet biasa di kamar anak karena menjadi tidak aman bagi anak yang menderita alergi atau asma.

Anak-anak pada umumnya menginginkan suatu dunia yang berbeda, yakni dunia yang ada di alam imajinasinya. Sekarang banyak tersedia furnitur- furnitur kamar yang bertemakan anak-anak. ”Kita bisa membelikannya sesuai kegemaran anak terhadap benda tertentu. Misalnya anak yang suka dengan mobil, bisa kita belikan tempat tidur atau bantal yang berbentuk mobil-mobilan. Bisa juga kita belikan tempat tidur berwarna-warni cerah,” urainya. Selain itu, bisa juga menempelkan sekeliling dinding kamar dengan gambar-gambar yang disukai anak. ”Contoh lain, si anak diminta menggambar sesuatu. Selanjutnya, gambar itu digunting dan ditempel di lemari pakaian anak,” ujar Melly. (nuriwan trihendrawan)

Kegiatan Pengembangan Diri

Slb Am | 14.35.00 | 0 komentar

Kegiatan Pengembangan Diri

1)        Pembentukan karakter melalui pembiasaan dalam kegiatan :
a)      Rutin
·         Upacara Bendera setiap Tanggal 17 Agustus
·         Sholat Berjamaah.
·     Menyimak bacaan surat pendek dlm Al-Qur’an sebelum dimulai belajar.
·     Berdo’a sebelum dan sesudah belajar
·     Pemeriksaan kebersihan badan serta pakaian sebelum masuk kelas
·     Pemeriksaan Kesehatan (minggu pertama setiap bulan)
·     Menyiram Tanaman
·     Memebersihkan Kelas serta halaman sebelum dan sesudah belajar
·     Membaca buku di perpustakaan

b)       Terprogram
·      Kegiatan keagamaan
·      Pekan kreativitas dan olahraga antarkelas
·      Peringatan hari-hari besar nasional
·      Karya wisata, darma wisata, study tour.
c)       Spontan
·         Memberi salam.
·         Membaca do’a setelah berbaris dan menjawab orang yang telah berbaRis
·         Membuang sampah pada tempatnya.
·         Membiasakan antri
·         Membantu temannnya yang terkena musibah
·         Berdiskusi dengan baik dan benar.
d)       Teladan
·         Berpakaian rapih dan bersih
·         Tepat waktu dalam segala hal
·         Penampilan sederhana
·         Tidak merokok di lingkungan sekolah


2)      Pengembangan Potensi dan Ekspresi diri
a)      Sesuai dengan minat dan bakat
F Kepemimpinan dan Bela Negara
Bidang Pengembangan
Tenaga Memberikan Layanan
Jml Siswa
Pramuka
Guru SLB Ananda Mandiri
25
PMR
Guru SLB Ananda Mandiri
25
PKS
Guru SLB Ananda Mandiri
25

F Seni
Bidang Pengembangan
Tenaga Memberikan Layanan
Jml Siswa
Melukis/Menggambar
Guru SLB Ananda Mandiri
25
Menari
Guru SLB Ananda Mandiri
5

F Olahraga
Bidang Pengembangan
Tenaga Memberikan Layanan
Jml Siswa
Tenis Meja
Guru SLB Ananda Mandiri
5
Bola Voly
Guru SLB Ananda Mandiri
8
Bulu Tangkis
Guru SLB Ananda Mandiri
3
Futsal
Guru SLB Ananda Mandiri
8

b)       Sesuai dengan minat
F  Kajian Kelompok Mata Pelajaran
Bidang Pengembangan
Tenaga Memberikan Layanan
Jml Siswa
English Club
Guru SLB Ananda Mandiri
25
Matematika Club
Guru SLB Ananda Mandiri
25
Sains Club
Guru SLB Ananda Mandiri
25

F  Kajian Muatan Lokal dan Keterampilan
Bidang Pengembangan
Tenaga Memberikan Layanan
Jml Siswa
Kesenian
Guru SLB Ananda Mandiri
25
Keterampilan
Guru SLB Ananda Mandiri
25
Mengayam
Guru SLB Ananda Mandiri
25


DOWNLOADS BUKU

ABBASS »

KURIKULUM

RAKHMAT »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SLB Ananda Mandiri - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger